Menara air bernama cinta
[radhar panca dahana]
Bangunan yang kudirikan ini
semalaman ditimbun gelap dan dibasahi embun
lalu suara pagi memecahkannya kembali
meremukkannya jadi cahaya
kemudian waktu memberinya ruang
menjadikannya semesta
semesta yang kuhidupi ini
menjalani riwayat tanpa pernah berjejak
tiada memberi awal tak menandakan akhir
sampai kesempatan menafasinya
nafsu mengairi mukanya
pikiran tak henti menuntunnya
kemudian rasa kaget membangkitkannya
menubuhkan manusia.
manusia yang senantiasa kulengkapi ini
tak pernah memintaku apa pun makna
apa pun nafkah kenyataannya
hingga bumi memberinya tapak
langit menghadiahkan mahkota
dan waktu menyebut nama
namun tetap saja ia menangis
menghitung air mata
menetesi setiap pecahan mimpi malamnya
mengairi frustasinya yang mendanau
memberinyabanjir di tiap asa
di saat kita menjeritkan satu kata melulu satu kata
satu harap purba
cinta
satu kata terakhir itu sering banget disebut, digaungkan,,salah satunya oleh seniman Radhar Panca Dahana di puisi ini,,tapi sedalam apapun kata itu dijabarkan,,apakah ada yang bisa menarik makna dari kata itu?atau itu hanya sebuah kata hambar yang dieluk-elukkan hanya karena itu adalah "cinta"?
tapi aku merasakan cinta..perlukah dibahas?itulah maksudnya mungkin..
-New and Blind-
March 21st, 2007 at 11:12 pm
permasalahannya terletak pada sudut pandang seseorang! untuk itu, bahkan pembahasannya tak ternah habis… baik melalui tesis atau bahkan disertasi…
selama pikiran masih menguasai diri, maka selama itu pula sudut pandang baru akan terus mengalir bak air di lautan!
May 18th, 2007 at 9:48 pm
cinta ya? hmm.. so very much tricky… menurut gw, cinta itu sperti udara, it exist but i could never hold it, tapi cinta menyelubungi mu…